Jumat, 11 Februari 2011

sikaf husnuzon


Husnudzhon, atau yang lebih akrab kita ketahui sebagai Positive Thinking. Merupakan salah satu sifat terpuji yang Allah wajibkan kepada setiap manusia. Mengapa? Mungkin saya tidak menjelaskannya secara langsung, tapi saya akan memberitahukan beberapa manfaat dari husnudzon.
Manfaat husnudzon:
1. >. Menciptakan energi positif untuk menghadapi setiap masalah.
2. >.Menciptakan kedamaian (No war no CRY).
3. >.Membuat persahabatan akan lebih akur, dan, awet (kata sahabat saya, “persahabatan itu tak ada yang namanya putus, ”).
4. >.Membuat hidup terasa lebih indah 

Nah sekarang sudah tahukan mengapa Allah mewajibkan manusia untuk senantiasa berhusnudzhon? Intinya sih lihat di poin manfaat tadi yang no. 2, dan 4. Karena Allah membenci orang yang suka suudzon (lawannya husnudzon) maka kalau suudzon dosa, otomatis husnudzhon mendapatkan nilai plus dari Allah (insyaAllah). Otomatis dengan suudzon akan menciptakan pertengkaran baik antara individu, dengan individu, individu dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok  dan Allah mencintai hamba-Nya yang cinta damai.
Setelah mengetahui arti husnudzon, tiada manfaatnya kalau tidak memahaminya.
Ketika mendapat sebuah perlakuan aneh dari seseorang, cobalah tetap berfikir positif.
Contoh: suatu hari Joni sedang curhat kepada sahabatnya Dona melalui SMS, suasana hati Joni pada saat itu sedang sangat teramat amat sedih . Di puncak kesedihan Joni, tiba-tiba Dona tidak membalas SMSnya, Joni menanti balasannya dengan sabar, tapi setelah 20menit Joni mulai kesal, dan berkata, “kemana sih Dona? Katanya sahabat? Tapi kok gak mau bantu gue yang lagi sedih sih?” lalu Joni pun mengirimkan SMS itu ke Dona. Setelah sekian lama menanti, tak kunjung ada jawaban dari Dona. Ditelpon? Tidak diangkat. Suasana hati Joni makin tidak terkendali, dia kesal sama Dona. Lalu keesokan harinya di sekolah. Ketika Dona menyapa Joni, Joni cuek abis kepada Dona. dona menjadi sedih dan bingung. Ketika sampai kelas Kiya teman dekatnya Dona mengatakan, “Joni, nanti pulang sekolah jenguk ayahnya Dona yuk yang lagi dirawat dirumah sakit. Sekalian kita bawa lah sedikit uang untuk membantu keluarganya. Kasihan Dona, kemarin dia terpaksa menjual HP kesayangannya itu.” Joni terdiam, sedih dan langsung berlari menghampiri Dona lalu meminta maaf.
Dari contoh diatas dapat diambil kesimpulan bahwa, setiap apa yang kita pikirkan belum tentu benar. Dalam situasi apapun tetaplah berpikir positif akan setiap hal/permasalahan yang sedang kita hadapi. Karena kita bukan Allah yang mengetahui apa yang sedang seseorang rasakan atau dia dalam kondisi seperti apa sehingga bertindak seperti itu.
Husnudzon memang bukan hal yang mudah, tapi kalau kita latih sejak sekarang, insyaAllah kita bisa. Semoga tulisan saya ini bisa membantu anda untuk terus berpikir positif dalam menghadapi dunia ini yang penuh dengan cobaan. InsyaAllah Husnudzon akan membuat hidup anda lebih indah, Karena anda tidak lagi hidup dikelilingi oleh prasangka buruk yang belum tentu benar, bahkan mungkin hanya akan menghancurkan hubungan anda terhadap orang lain.
Bab 4
Husnuzan sebagai Perilaku Terpuji


A. Husnuzhan kepada Allah dan Sabar Menghadapi Cobaan-Nya
Husnuzan artinya berprasangka baik. Sedangkan huznuzan kepada Allah SWT mengandung arti selalu berprasangka baik kepada Allah SWT, karena Allah SWT terhadap hamba-Nya seperti yang hamba-Nya sangkakan kepada-Nya, kalau seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah SWT maka buruklah prasangka Allah kepada orang tersebut, jika baik prasangka hamba kepadanya maka baik pulalah prasangka Allah kepada orang tersebut.
Cara menunjukkan sikap husnuzan kepada Allah swt adalah:
1. Senantiasa taat kepada Allah.
2. Bersyukur apabila mendapatkan kenikmatan.
3. Bersabar dan ikhlas apabila mendapatkan ujian serta cobaan.
4. Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan
.

B. Husnuzan kepada Diri Sendiri
Husnuzan kepada diri sendiri adalah sikap baik sangka kepada diri sendiri dan meyakini akan kemampuan diri sendiri.
Husnuzan kepada diri sendiri dapat ditunjukkan dengan sikap-sikap berikut:
1. Gigih dan Optimis
Gigih berarti sikap teguh pendirian, tabah, dan ulet atau berkemauan kuat dalam usaha mencapai sesuatu cita-cita. Sedangkan optimis adalah sikap yang selalu memiliki harapan baik dan positif dalam segala hal.
Manfaat sikap gigih adalah:
a. Membentuk pribadi yang tangguh
b. Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
c. Menjadikan seseorang kreatif
d. Menyebabkan seseorang tidak gampang berputus asa dan menyerah terhadap keadaan

2. Berinisiatif
Berinisiatif artinya pelopor atau langkah pertama, atau senantiasa berbuat sesuatu yang sifatnya produktif. Berinisiatif menuntut sikap bekerja keras dan etos kerja yang tinggi.
Ciri khas orang penuh inisiatif, adalah:
a. Kreatif
b. Tidak kenal putus asa

C. Husnuzan kepada Sesama Manusia
Husnuzan kepada sesama manusia adalah sikap yang selalu berpikir dan berprasangka baik kepada sesama manusia. Sikap ini ditunjukkan dengan rasa senang, berpikir positif, dan sikap hormat kepada orang lain tanpa ada rasa curiga, dengki, dan perasaan tidak senang tanpa alasan yang jelas.
Nilai dan manfaat dari sikap husnuzan kepada manusia adalah:
a. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik.
b. Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama.
c. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain.
husnuzan dalam amal jama'i
Ada 4 macam husnuzhan di dalam beramal jama'i


1. Husnuzhan kepada Allah.


Apabila Allah ternyata menaqdirkan ditangguhkannya kemenangan kita, maka hal yang bisa kita jadikan alasan untuk berhusnuzhan kepada Allah adalah (berdasarkan sirah rasulullah SAW): 
Bisa jadi Allah ingin memberikan pelajaran kepada kita, bahwa kemenangan itu hanyalah semata-mata milik Allah, sehingga kita harus menyerahkan masalah hasil kepada Allah. manusia hanya berkewajiban berikhtiar
Bisa jadi ada elemen2 yang mempunyai niatan2 yang tidak lurus dalam berjuang, sehingga Allah ingin membersihkan jalan da'wah ini dan menguji siapa yang benar2 ikhlas dalam berjuang
Bisa jadi masih ada sisa-sisa potensi kebaikan di pihak musuh, yang mungkin dapat mendukung kita di masa yang akan datang
Bisa jadi model pertempuran yang terjadi belum benar2 merupakan pertempuran antara yang haq dan bathil
Bisa jadi belum ada bi'ah yang kondusif untuk menegakkan yang Haq jika kita diberikan kemenangan pada saat ini


2. Husnuzhan kepada Jama'ah


senantiasa menyikapi segala keputusan amal jama'i dengan fikrul ilmiyah guna memperkuat keyainan kita, dan tidak terus - terusan bersandar kepada berpikir konspiratif


3. Husnuzhan kepada sesama saudara


Mengubah sesuatu yang negatif menjadi lebih positif dari sudut pandang kita
Bbersedih jika diri kita menjadi sumber informasi tentang keburukan ikhwah yang lain


4. Husnuzhan kepada sesama mu'min


Tidak menganggap bahwa seorang yang 'ammah (belum tertarbiyah) tidak lebih baik dari pada kita. Karena sangat mungkin mereka lebih sholih dan lebih mulia posisinya dihadapan Allah jika dibandingkan dengan kita

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar